Rendahnya Minat Baca Masyarakat Indonesia

Rendahnya Minat Baca Masyarakat Indonesia

Minat baca masyarakat Indonesia sangatlah memprihatinkan. Menurut data UNESCO menyebutkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001%. Artinya dari 1000 orang Indonesia hanya 1 orang yang rajin membaca. Indonesia juga menempati urutan ke 62 dari 72 negara berkaitan dengan tingkat literasi atau berada di 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi yang rendah. Maka perlu adanya sisi bulu termasuk peran negara yang dapat menghadirkan buku yang sesuai kebutuhan masyarakat dari Sabang sampai Merauke termasuk masyarakat yang tinggal di plosok. 

Rendahnya minat baca masyarakat Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor pada umumnya kurangnya kesadaran orangtua, masyarakat dan lembaga pendidikan, tentang pentingnya membaca, mengakibatkan rendahnya minat baca pada anak. Oleh karena itu perlu diciptakannya kondisi yang menyediakan sarana dan suasana yang mendukung untuk meningkatkan minat baca pada masyarakat. Untuk meningkatkan minat baca itu sendiri bisa dilakukan di lingkup keluarga lebihnya di lingkup masyarakat diadakannya taman baca yang terakhir di sekolah. 
Selain dari faktor kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya membaca, ada juga faktor lain yang menyebabkan rendahnya minat baca di negara ini yaitu semakin berkembangnya teknologi informasi ini merupakan pengaruh yang sangat luar biasa di era milenial ini. Media sosial dengan segala filternya yang canggih banyak masyarakat lebih tertarik dengan gaway. Seperti bermain Instagram, facebook, whatsap dan yang paling menyita perhatian adalah munculnya game online. Jika masyarakat Indonesia memiliki kesadaran seberapa pentingnya membaca, akan banyak yang memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi di era sekarang ini. Karena buku juga sudah merambah menjadi buku digital yang sangat memudahkan masyarakat Indonesia untuk membaca tanpa harus membawa buku fisiknya. 

Pertanyaannya adalah, apakah kerendahan minat baca di negara ini berpengaruh pada kualitas dan mutu pendidikan di Indonesia? Tentu jawabannya adalah sangat berpengaruh. Karena kalau minat baca masyarakat di Indonesia masih seperti ini terus atau semakin turun. Akan sangat berdampak pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), terutama warga Indonesia. Tidak hanya itu saja, masyarakat Indonesia juga bisa tertinggal informasi dari era milenial ini, bahkan akan mengalami keterbatasan wawasan untuk menuju era globalisasi dalam segala hal, khususnya komunikasi teknologi. 
Dalam kasus ini seharusnya masyarakat Indonesia mengerti bahwa membaca sangatlah penting untuk mendapatkan informasi dan membuka wawasan lebih luas lagi dan mampu bersaing di era globalisasi seperti sekarang ini.
Dalam kasus ini telah diketahui bahwa pemerintah juga sudah mengupayakan untuk meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia. Khususnya kementrian pendidikan telah menerapkan program membaca literasi 15 menit sebelum di mulai kegiatan belajar mengajar. Dan membangun perpustakaan-perpusatakaan daerah dan sekolah yang mengikuti jaman agar anak atau masyarakat dapat meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia. 

Mengingat minat baca masyarakat Indonesia masih sangat rendah ada beberapa cara untuk mendorong masyarakat Indonesia supaya menjadi masyarakat yang gemar membaca yaitu saling bekerja sama dari beberapa sektor yaitu keluarga, masyarakat dan sekolah. Dalam lingkungan keluarga orang tua bisa mengajarkan anaknya membaca sejak dini yaitu dengan hal kecil membacakan dongeng sebelum tidur hal tersebut secara tidak langsung akan meningkatkan rasa kecintaan anak dalam membaca. 
Di lingkungan masyarakat, masyarakat bisa menyediakan tempat atau buku bacaan di setiap kampung atau desa seperti taman baca misalnya. 
Jika di lingkungan sekolah guru-guru agar lebih disiplin menerapkan program dari dinas pendidikan membaca atau kegiatan literasi 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Dengan begitu masyarakat indonesia kedepannya bisa dan mampu meningkatkan minat baca. Dan masyarakat indonesia tidak ketinggalan informasi atau pengetahuan dari negara lain. 

Komentar